Karin dan Silvi sudah berusaha bangun sangat lagi supaya tidak bertemu dengan Papi Rion. Kabarnya, Papi Rion pulang malam itu juga saat tahu Silvi menginap di rumahnya. “Sudah kayak dikejar hantu, Sil.” Karin berdandan jam lima pagi, mandi pagi juga, hanya untuk cepat-cepat keluar dari rumah. “Sama, aku deg-degan banget ketemu Bapak kamu Rin,” jawab Silvi yang baru selesai mandi dan langsung menggunakan pakaian terbaiknya.“Baju baru?” tanya Karin sambil memicingkan matanya, katanya tidak mau menggoda Papi Rion tapi pakaian seperti gadis manja. “Iya, kenapa?” “Gak apa, aku pikir kamu mau ketemuan sama cowok pakai baju itu,” sindir Karin. “Sumpah Rin, aku cuma coba baju baru yang aku beli kemarin aja.” Silvi panik sekali kalau Karin bicara seperti itu, Silvi tahu kalau Karin menduganya masih mau menggoda Papinya. “Udah Rin, cepet! Aku takut.” Silvi menarik tangan Karin untuk bergegas, Karin sampai bingung, takut alat medisnya ketinggalan. “Sabar dulu.” Ceklek! Begitu mereka in
Read More