Besok paginya, Karin siap untuk menemani Kakek Billy ke Bogor. Tapi, Kakek Billy meminta Karin juga membawa pasportnya. Meskipun itu janggal, tetap saja Karin turuti.Pagi sekali Kakek Billy sudah menunggunya di depan rumah, Karin pamit dengan Mami dan Dion sementara Papi tidak pulang, sepertinya tidur dengan para sekretaris pribadinya yang seksi-seksi itu atau korban baru Papinya.“Sudah siap Sayang?” Karin mengangguk. “Oke Kek, udah. Cuma bawa sekoper kecil aja, memangnya kita lama di Bogor?” tanya Karin saat masuk ke dalam mobil. “Tidak, sebentar.” Jadi, untuk apa pakaian yang dibawanya? Banyak pertanyaan di kepala Karin tapi ia memilih untuk diam daripada banyak bertanya. “Kamu sudah sarapan pagi, Sayang?” tanya Kakek Billy. “Hemm belum Kek, buru-buru banget soalnya, aku takut Kakek marah karena nunggu aku.” “Makan saja dulu, Kakek sudah siapkan. Itu jusnya!” Karin makan tanpa berpikir apapun, ia tidak pernah menyangka kalau makanan yang disiapkan Kakek Billy ada obat tidu
Read more