Akhirnya Silvi ikut makan malam dan jadi nyamuk, Silvi ingin lari saja dari meja makan ini tapi Karin melarangnya, tangan Karin terus menggenggam tangan Silvi supaya sahabatnya tidak kabur, bahkan untuk ke toilet saja tidak bisa. Sedari tadi Karin menahan rasa malunya karena Arlan terus menatapnya dengan lekat dan senyum yang seperti mengejek dirinya. Karin tidak merasa ia menggunakan pakaian yang salah, ia juga berdandan cukup cantik, rambutnya juga menawan, meskipun di luar negeri, Karin selalu rajin ke salon kecantikan untuk merawat dirinya, karena ia sudah terbiasa melakukan semua itu. “Kenapa sih dia lihat kayak gitu, lipstik aku belepotan?” tanya Karin sambil berbisik di telinga Silvi. Cantik, oke, seksi banget, tidak ada sedikitpun celah untuk mengutuk wajah Karin. Ia terlahir sempurna! Mungkin pada saat pengambilan wajah, Karin datang yang pertama kali. “Kayaknya terpesona deh, Rin. Jangankan cowok, cewek aja suka dengan wajah kamu,” jawab Silvi sambil berbisik pelan di
Baca selengkapnya