“Pagi,” sapa Arlan. Semalam Arlan menginap di rumahnya karena tahu Karin tidak lembur, Kakek Billy juga tidak mempermasalahkan, Karin tidur dengan Neneknya. Jadi, Arlan tidak mungkin macam-macam.Suasana di meja makan hening dan kaku pagi itu. Denting sendok yang beradu dengan piring kaca menjadi satu-satunya suara yang memecah kebisuan antara Karin, dr. Arlan, dan Kakek Billy.Padahal, jika berada di lingkungan rumah sakit, Karin dan dr. Arlan memiliki dinamika yang sangat jauh berbeda, penuh ketegangan profesional yang intens, tatapan rahasia, hingga keintiman yang membara di ruangan Direktur ketika pintu sudah terkunci.“Pagi,” jawab Kakek Billy datar. Ia bahkan tidak menoleh.Di rumah ini, di depan Kakek Billy, mereka mendadak berubah menjadi dua orang asing yang tidak saling kenal. Sebenarnya dari tadi jantung Karin sudah berdegup dengan kencang, biasanya Arlan tidak menginap di rumah ini dan Kakek pun melarangnya tapi malam tadi, saat Karin tidak lembur, Kakek Billy tidak memp
Baca selengkapnya