Dinding kaca setinggi langit-langit menampilkan pemandangan kota Jakarta dari lantai atas. Silvi terbaring lemas, tubuhnya ambruk di atas ranjang king-size dengan sprei sutra yang berantakan. Ia benar-benar lelah setelah malam pertama mereka pasca menandatangani kontrak semalam.Ya, bukan malam pertama sebenarnya. Anggap saja seperti itu.Di dekat cermin besar, Rion, pengacara kondang Indonesia, sudah tampil rapi dan gagah dengan kemeja formal dan jam tangan mewah, siap untuk berangkat bekerja.Rion merapikan kerah kemejanya, menatap Silvi lewat pantulan cermin, ia tersenyum lembut melihat wanita yang masih menutup tubuhnya dengan selimut itu."Capek banget, hm? Baru juga satu malam, Sayang."Silvi menarik selimut tebal untuk menutupi tubuhnya, suaranya serak dan pelan.Sumpah demi apapun, mereka seperti malam pertama semalam, Rion tidak habisnya memburu tubuhnya, tidak ada yang tersisa, Rion mencium tubuhnya dari atas sampai bawah. Silvi harus menahan rasa pegal karena Rion cukup la
Read more