“Loh … loh, Nyonya kenapa? Mual? Mau muntah?” tanya Julian, panik melihat wajah Rose yang mendadak berubah pucat pasi.Rose cuma geleng-geleng tak mampu menjawab. Sedetik kemudian, wanita itu langsung loncat turun dari konter dan lari tunggang-langgang ke toilet, lalu langsung memuntahkan isi perutnya dengan heboh.Julian termenung sejenak, menatap nanar ke arah pintu toilet yang tertutup rapat.“Kenapa tuh Nyonya? Kok mendadak muntah?" gumamnya bingung.Julian refleks mengangkat telapak tangan ke depan mulut, lalu mengembuskan napas kuat-kuat untuk mengetes baunya.“Nggak bau, kok. Perasaan tadi sebelum main gua udah gosok gigi dua kali pakai odol mint,” batinnya heran.Masih penasaran, Julian menunduk, gantian mengendus ketiak kanan dan kirinya. Wangi badannya juga ternyata masih aman.“Napas aman, badan wangi segar. Terus kenapa dia mual pas mau kucium? Sialan, masa pesona ku sudah luntur?”Julian menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa agak tengsin sendiri. Karena suara Rose
Baca selengkapnya