Mendengar sahutan yang sangat berani itu, Daniel langsung balik badan.Mukanya merah padam, antara syok karena satpam pribadinya sudah berani melunjak, sekaligus emosi karena merasa rahasia besarnya sedang dikorek secara ugal-ugalan.“Kamu sudah mulai berani, ya?” desis Daniel, mencoba menekan Julian dengan tatapan mata yang diusahakan seintimidatif mungkin. “Ingat posisi dan siapa dirimu di rumah ini, Julian. Aku bisa mendekapmu kapan saja!”Julian hanya menaikkan sebelah alisnya, sama sekali tidak terpengaruh oleh ancaman kosong yang terdengar seperti gertakan sambal itu. “Tentu saja saya ingat, Pak. Saya kan cuma satpam yang bertugas memuaskan istri Anda. Tapi, ngomong-ngomong, Pak ….”Julian sengaja menggantung kalimatnya. Matanya mendadak melirik ke bawah, memperhatikan cara berdiri dan bertumpu kaki Daniel yang kelihatan sangat canggung, kaku, dan serba salah.Julian sekuat tenaga menahan tawa, lalu menceletuk lagi dengan wajah tanpa dosa, “Bapak kalau habis main berapa kali, si
Baca selengkapnya