Aluna menarik napas pelan untuk menenangkan hatinya. Walaupun sebenarnya ia sudah kebal. Namun, tangannya saling meremas. Aluna tidak jauh berdiri dari dua orang itu, hanya dibatasi sebuah pilar besar. Sungguh kalimat yang membuat perut Aluna seperti diaduk-aduk. Bahkan suaminya itu tidak pernah memanggilnya dengan panggilan mesra. Jangankan memanggil sayang, menyentuhnya pun tidak. "Sayang, aku mau ini," tunjuk wanita itu. "Yang ini? Bagaimana jika yang ini? Barang yang kau pilih itu terlihat jelek dan murah," balas sang pria. "Memangnya boleh? Aku boleh memilih yang lebih mahal harganya?" "Tentu saja boleh, baby. Apapun akan ku lakukan untukmu." Menyentil ujung hidungnya. Ya. Aluna memergoki sang suami, Bara Mahendra sedang jalan dengan seorang wanita dan kali ini wanita yang berbeda. Posisi mereka berada di sebuah toko emas. Bara terlihat sedang memilihkan sebuah kalung. "Kenapa aku harus bertemu dengan mereka di sini?" Mood belanja Aluna mendadak hilang. Aluna segera melet
Terakhir Diperbarui : 2026-04-16 Baca selengkapnya