Jantung Erin terasa berhenti berdetak.Dengan penampilannya pagi ini yang tidak lagi mengenakan masker, Erin yakin petugas itu bisa langsung mengenali wajahnya.Erin seketika mendapatkan delapan pasang mata yang tertuju ke arahnya. Dalam sekejap, Erin ingin melarikan diri dari sana.Dia sudah membalikkan tubuh, hendak melangkah pergi, namun tidak jadi saat tiba-tiba seseorang dari tim Ahli Gizi datang dari arah berlawanan lalu menghadangnya.Tanpa aba-aba, wanita itu mengangkat ponselnya hingga layar dari benda tersebut tepat berada di depan wajah Erin.“Erin, jawab,” pintanya tanpa memberi kesempatan Erin menghindar. “Wanita yang bersama Rama ini kamu ‘kan?”Mendengar itu, Erin seketika kebingungan sebelum akhirnya matanya tertuju ke arah layar ponsel yang disodorkan wanita tersebut.Sepersekian detik berikutnya, mata Erin terbelalak. Celaka.Tanpa menjawab pertanyaan itu, Erin meraih ponsel tersebut lalu memperhatikan baik-baik foto yang ada di layar.Sebuah foto dengan kualitas s
더 보기