“Coach Rama.” Suara Pelatih Kepala di belakang pria itu mengalihkan perhatiannya dari Erin. “Ayo.” Ajakan itu membuat Rama menganggukkan kepalanya, “Nanti aku menyusul.” Usai Pelatih Kepala itu berlalu pergi, pandangannya kembali jatuh menatap Erin. Wanita itu sudah kembali sibuk mengecek layar sambil beberapa kali menepuk-nepukkan sisi ponselnya ke telapak tangan. “Sepertinya … rusak, tidak menyala,” gumam Erin sambil tetap menekan ibu jarinya ke arah tombol saya. Tapi, layar itu tetap hitam. Dan samar, Rama mendengar gumaman Erin lalu berkata, “Aku duluan.” Seketika Erin mengangkat wajah, bersamaan Rama membalikkan badan dan mulai melangkah pergi meninggalkannya. Melihat itu, Erin sedikit heran. Dia sempat mengira Rama akan membantunya. Tapi, pria itu ternyata pergi begitu saja. Erin lalu menggeleng pelan. Kenapa dia jadi berharap pada pria itu? Di tengah-tengah kegusarannya, sebuah suara lain di belakangnya muncul, “Mbak, ponselnya tidak apa-apa?” Dokter yang tadi duduk be
اقرأ المزيد