Selagi dalam perjalanan menuju ruang fisioterapi, di tengah jalan Rama mendadak dipanggil Pelatih Kepala. Jadi, mau tidak mau, dia mengubah arah langkahnya dan lebih dulu menemui pria itu. Rama mengira akan sebentar, tapi percakapannya berlangsung lebih dari sepuluh menit. Sepintas dia terpikirkan, apakah Erin sendirian di ruangan itu menunggunya? Beberapa kali di tengah percakapannya dengan Pelatih Kepala, Rama kedapatan melirik jam tangannya. Alhasil, lima menit berikutnya, Pelatih Kepala mengakhiri percakapan mereka. Rama pun kembali menyeret langkahnya menuju ruangan fisioterapi. Namun, sesampainya di sana, dugaan Rama langsung terpatahkan. Di sana, wanita itu tidak sendirian. Erin tampak mengobrol dengan salah satu pelatih yang dikenalnya. “Apa aku mengganggu?” Suaranya terdengar rendah, tertahan di tenggorokan. “T–tidak kok, Rama,” balas Erin cepat. Air wajahnya sedikit memucat. “Aku sudah menunggumu dari tadi,” jelas Erin. Dia kemudian beralih menatap Sena dan mengemb
اقرأ المزيد