Napas Liora masih memburu, namun ketegangan yang sempat membakar sudut pasar lambat laun mengendur seiring dengan helaan napas panjang Jenderal Maxime.Pria bertubuh tegap itu melepas topi fedoranya, menundukkan kepala dengan gestur yang sangat santun, sebuah pemandangan langka bagi seorang perwira tinggi militer kekaisaran."Aku benar-benar minta maaf, Liora," ulang Maxime, suaranya mengalun rendah dan tulus di antara bisingnya derit roda gerobak pasar."Ego seorang prajurit terkadang terlalu bodoh dalam mengekspresikan niat baik. Aku melihatmu kelelahan, dan instingku hanya ingin menjauhkanmu dari terik ini. Aku tidak memikirkan bagaimana tajamnya harga dirimu bertahan."Liora menatap jemarinya yang bernoda getah apel, lalu mengembuskan napas perlahan. "Aku yang terlalu sensitif, Jenderal. Berada di Blackwood terlalu lama membuatku selalu siaga menghadapi setiap serangan, bahkan yang dibungkus dengan kemudahan."Maxime tersenyum tipis, lalu memakai kembali topinya. "Jika begitu, bia
Read more