Pagi itu matahari bersinar cerah di atas rumah minimalis yang berdiri mungil di gang kecil tidak jauh dari pasar. Cat dindingnya berwarna krem lembut dengan sentuhan putih di bagian kusen jendela. Halaman depannya cukup untuk satu pot tanaman rambat dan jemuran, cukup untuk Chika berlari-lari kecil tanpa takut jatuh ke selokan.Pintu besi berwarna hijau tua masih baru, belum berkarat seperti pintu kontrakan lama. Di dalam, ruang tamu berukuran dua kali tiga meter menyatu dengan dapur kecil di belakang. Dua kamar tidur berjajar di sisi kiri, satu kamar mandi di ujung lorong. Sederhana. Tapi terasa seperti istana bagi Annasya.Raka yang kakinya masih dalam masa penyembuhan tidak bisa membantu banyak—hanya bisa duduk di kursi sambil memberi arahan. Annasya bersama Bang Joko dan Pak Hadi, menggotong kardus-kardus berisi pakaian, peralatan dapur, dan mainan Chika dari kontrakan lama ke rumah baru ini."Alhamdulillah ya, Mas," kata Annasya, suaranya lembut, hampir berbisik. Matanya berkaca-k
Terakhir Diperbarui : 2026-05-15 Baca selengkapnya