Sisil membeku, tangannya secara insting bergerak menutupi dada yang kancingnya tampak terlongkap satu tombol, sepertinya gara-gara dia merapatkannya dengan terburu-buru tadi. "A-ah, ini ... tadi pas aku tidur, AC-nya terasa panas banget, jadi kancingnya aku buka sebentar. TA-TAPI tadi posisinya Mas Doni nunggu di luar mobil kok. Dia nggak lihat waktu kancing bajuku yang atas aku buka sedikit." ucap Sisil dengan suara yang gemetar, matanya melirik takut ke arah spion tengah. Sementara itu, Doni tetap tenang menyetir, namun sudut bibirnya terangkat tipis. ‘Dia bilang aku nggak lihat? Padahal tadi kancing bajunya dia buka dengan sengaja biar aku lihat.’ Andy melirik Doni tajam. “Heh, lo nggak manfaatin keadaan kan? Sampe Sisil yang lagi sakit malah lo godain, gue bikin hidup lo sengsara!” “Siap, Pak.” Doni menjawab rendah, pura-pura tunduk. Perjalanan dilanjutkan ke sebuah pusat perbelanjaan mewah. Selama dalam perjalanan, Sisil menyandarkan kepalanya ke pundak Andy. Seseka
Last Updated : 2026-04-19 Read more