“Kalau Kak Airin dapet jatah malam ini, aku juga mau dapet jatah yang sama dari Kak Doni. Adil, kan?" Doni mematung. Tak pernah dia bayangkan, dua wanita yang menjadi dambaan jutaan pria di negeri ini, kini justru mengantre hanya untuk mendapatkan jatah darinya. Airin yang biasanya kelihatan pintar mengendalikan situasi sekarang hanya bisa mengurut dahi sambil matanya terpejam. Airin punya dua pilihan: membiarkan adik bungsunya dicicipi sang kakak tiri, atau rahasianya terbongkar Mami. "Tadi aku lihat kemeja Kak Doni di wastafel. Aku juga dengar suara Kak Airin lewat celah pintu sebelum aku ketok tadi. Jadi, Kak Airin mau aku lapor ke Mami, atau biarin Kak Doni ikut ke kamarku?" Airin terdiam. Dia tahu si bungsu ini kalau sudah nekat tidak bisa dihentikan. Dengan berat hati, Airin melirik Doni, tatapannya seolah meminta maaf sekaligus memberi peringatan tersembunyi. Doni menghela napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang masih memacu adrenalin. "Oke, oke. Y
Last Updated : 2026-04-23 Read more