“Pak Kades, berarti sawah mendiang nenek saya akan dihargai tiga puluh miliar?” Dengan gerakan yang sangat tenang, Doni perlahan membungkuk, memungut uang 20 ribu yang dilemparkan Andy ke lantai. “Betul! Makanya, kamu cepat beri kabar ya! Prosesnya mungkin akan makan waktu sampai tiga bulan!” Doni menatap lembaran uang 20 ribu lecek di tangannya itu, lalu menyelipkannya ke saku kemejanya. "Terima kasih, Pak. Nanti saya pasti beri kabar ke Bapak.” Doni terdiam sebentar, lalu menghela napas panjang. Gelombang kebahagiaan meluap di dadanya. Baru saja Doni hendak memutar otak mencari uang untuk membantu Airin, ternyata, nasib baik berpihak padanya. Doni menatap kejauhan. Ke arah Andy yang melangkah gagah dengan Sisil tertawa lepas di sebelahnya. Sebuah rencana besar menggantung di kepalanya. *** Malam harinya, Doni melakukan perjalanan untuk mengantar Sisil dan Andy pulang. “Untuk kemeja pantai tadi, kamu yakin mau produksi sebanyak itu, Yang?” gumam Sisil yang duduk di
Last Updated : 2026-04-26 Read more