Aldo bergegas menuju rumah sakit dengan berkas-berkas penting yang sudah tuntas ia kerjakan. Langkahnya terhenti tepat di lorong depan kamar rawat saat melihat William baru saja tiba dan berdiri mematung di ambang pintu."Sebentar ya, Aldo. Saya lihat istri saya dulu," ucap William dengan suara yang terdengar sangat lirih."Baik, Pak," jawab Aldo patuh.Aldo tahu betul, untuk urusan pekerjaan, William lebih nyaman dipanggil 'Pak', berbeda dengan para pelayan di rumah yang tetap memanggilnya 'Tuan'. Aldo pun memilih duduk di kursi tunggu di depan ruang rawat inap Laura, membiarkan majikannya mendapatkan waktu pribadi di dalam sana.William melangkah masuk dengan perasaan penuh luka dan penyesalan. Di tangannya ada setangkai mawar, bunga yang selalu bisa membuat mata Laura berbinar dulu. Ia mendekati ranjang, lalu mencium kening istrinya yang masih terpejam erat. Lantas ia letakkan bunga itu di samping bantal Laura."Bagaimana keadaan istri saya, Suster?" tanya William pelan, nyaris s
Last Updated : 2026-05-11 Read more