Laura menatap wajah suaminya dengan pandangan kosong, seolah sosok di depannya bukan lagi pria yang pernah ia cintai sepenuh hati. Ulu hati wanita itu terasa seperti dihimpit bongkahan batu besar, sesak dan menyakitkan."Kau benar-benar tega memberiku pilihan seperti itu, William? Bahkan sejak kau menuduhku yang tidak-tidak, kau sudah merampas segalanya. Kau ambil semua kartu bankku, kau sita tabungan yang kukumpulkan dengan susah payah. Aku bahkan tidak boleh membeli apa pun kalau tidak bersamamu," ucap Laura dengan suara yang bergetar menahan tangis.Tapi William tak tinggal diam, "Semua itu kulakukan supaya kau tidak punya modal untuk menghidupi laki-laki simpananmu," jawab William dingin, tanpa ada sedikit pun rasa bersalah di wajahnya."Aku tidak pernah selingkuh! Demi Tuhan, aku tidak pernah mengkhianatimu! Harus berapa ribu kali lagi aku bilang kalau aku selalu setia padamu, William!" teriak Laura, suaranya serak di tengah kamar mewah mereka yang sunyi itu.Air mata yang sejak
Last Updated : 2026-04-29 Read more