Share

Bab 139

Penulis: Stary Dream
last update Tanggal publikasi: 2026-07-04 06:43:15

Secara bergantian Aamir dan Mawar memberikan sambutan.

Rose gold. Kini hadir dalam wajah baru. Keduanya meyakinkan bahwa produk mereka telah lahir dengan citra yang lebih kuat. Sekaan menepis dugaan miring di masa lalu.

Para pencari pemberita mengangkat kameranya. Memotret dua owner yang masih muda itu untuk menjadi headline beberapa media. Tak ketinggalan, wajah cantik Aluna juga ikut diambil. Dia adalah icon kecantikan syarii masa kini.

Selesai acara, para tamu u
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 143

    "Ini..." Aluna kehilangan katanya. Air mata itu mulai menggenang."Saat kamu pergi, Arkan seperti kehilangan semangat hidup. Setiap malam dia menangis memikirkan kalian.. dan foto-foto itu adalah hasil karyanya. Dia membingkai kenangan kalian di dalam sana." Sambung Fiona tercekat.Aluna mengerjap air matanya. Di dalam figura ini, ada foto dirinya bersama Arkan. Foto pernikahan mereka. Foto hasil usg dan juga Aluna yang tengah hamil.Di bagian bawah, ada foto si kembar yang baru saja lahir. Pun juga beberapa foto yang diambil saat bayi mereka tengah tertidur.Aluna mengusap bingkai tersebut. Sekarang kesedihan Arkan, putus asanya pria itu sampai ke relung hatinya. Menyentuh lembut pintu yang tertutup karena selimut kebencian.Arkan memang bersalah di masa lalu. Sangat bersalah. Dengan tega dia menelantarkan istri dan anak-anaknya demi wanita lain.Namun, hukuman yang ia terima cukup berat. Dimana kebahagiaan di rampas begitu saja

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 142

    Aluna hanya diam di tempatnya. Dua tangan anaknya ia genggam dengan kuat.Fiona mendekat dan memberi pelukan. Wanita ini menangis di bahu Aluna."Kamu kemari, nak?" Fiona melepaskan diri dan menatap wajah mantan menantunya."Iya. Ayah anak-anak bilang kalau mama sakit kemarin. Jadi aku sekalian mampir kemari.""Arkan yang bilang?" Oh.. Fiona senang sekali mendengarnya."I-iya. Mama sakit apa?""Darah tinggi mama kuat. Mari, sayang. Masuk dulu." Fiona lalu tersenyum pada si kembar. Tapi dia takut untuk mendekat.Tatapan tajam Abi serta ingatan Fiona mengenai Ditha yang kecelakaan membekas di pikirannya."Maaf, kami tidak bisa mampir. Kami mau pergi lagi.""Sebentar saja, nak. Kita sudah lama tidak bertemu." Ujar Fiona penuh harap.Aluna lalu memperhatikan kedua anaknya. Ditha nampak biasa saja. Kecuali Abi yang bersikap waspada."Baiklah. Hanya sebentar."Aluna menurunkan egony

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 141

    Aluna langsung menepuk jidatnya. Dasar! Anak sekecil ini sudah diajari berbohong. Apalagi ini Ditha, si keriting cerewet keturunan Fiona.Tanpa rasa berdosa, Ditha mendorong ponsel itu ke Aluna. Dengan berat hati, Aluna membalik ponsel tersebut sehingga terlihatlah wajah mantan suaminya, Arkan.["Oh.. Aluna. Maaf, aku mengganggumu."] Ujar Arkan tak enak hati setelah melihat wajah masam Aluna di layar ponselnya."Nggak, mas. Aku baru selesai sholat tadi." Jawab Aluna memberi alasan. Pas sekali dia memang masih memakai mukena.["Oh.. begitu. Tadi Ditha menelponku, rupanya dia sudah pintar memainkan ponsel."]Aluna melipat bibir. Bukan Ditha yang pintar memainkan ponsel melainkan ibunya yang mencari alasan untuk menghubungi ayahnya."Aku dengar dari Mira kalau mas sakit tadi siang. Apa itu betul?" Arkan berdeham . ["Iya. Biasa. Sakit maagku kambuh. Jadi aku ke IGD tadi."]"Kamu nggak makan obat?"["Makan.

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 140

    Tiga bulan kemudian...****"Aku ingin merayakan hari jadi warung makan ayam ini yang ke tujuh tahun." Ujar Langit mengawali morning meeting hari ini. "Sebelumnya tidak ada perayaan karena aku sibuk membuka cabang warung makan kita. Tapi tahun ini aku ingin melakukan syukuran kecil-kecilan untuk berkembangnya warung makan ini."Dipatahkan tapi tidak tumbang. Itulah perumpamaan usaha milik Langit ini. Dalam tujuh tahun usaha, seringkali pesaing bisnis hendak merobohkan usaha milik Langit. Bukannya mundur, warung ini terus mengkoreksi dan berbenah diri. Mereka selalu memberikan yang terbaik dan mempertahankan cita rasanya."Rencananya syukuran akan dilaksanakan dua minggu lagi. Tepat di hari minggu malam. Kalian boleh mengajak pasangan atau keluarga yang lainnya." Sambung Langit lagi."Untuk menunya gimana, mas? Masa kita makan ayam geprek sendiri?" Tanya Endang yang menimbulkan gelak tawa.Langit terkekeh. "Jangan khawat

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 139

    Secara bergantian Aamir dan Mawar memberikan sambutan. Rose gold. Kini hadir dalam wajah baru. Keduanya meyakinkan bahwa produk mereka telah lahir dengan citra yang lebih kuat. Sekaan menepis dugaan miring di masa lalu.Para pencari pemberita mengangkat kameranya. Memotret dua owner yang masih muda itu untuk menjadi headline beberapa media. Tak ketinggalan, wajah cantik Aluna juga ikut diambil. Dia adalah icon kecantikan syarii masa kini.Selesai acara, para tamu undangan diminta untuk menyantap makanan yang sudah disiapkan. Termasuk Aluna yang ikut ke meja VIP dan duduk disana."Langit!" Aluna melambaikan tangan agar pria itu mendekat.Penampilan Langit.. ngngng lumayan. Biasanya pria itu suka memakai kemeja warna warni. Namun hari ini, dia memakai kemeja berwarna abu.Mendengar namanya dipanggil, Langit mendekat dan ikut duduk di kursi."Aku nggak ngelihat kamu daritadi." Ucap Aluna."Aku baru datang." Langit

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 138

    Pagi sekali, Mira sudah datang untuk mengasuh. Padahal hanya hari Sabtu jatah hari liburnya. Namun kali ini Aluna meminta tolong lagi karena ia harus menghadiri grand opening rose gold.Tepat pukul setengah delapan, Mawar sudah menjemput Aluna dengan mobilnya. Sesampainya disana, sudah banyan rekan dan juga wartawan yang berkumpul. Begitu juga dengan keluarga besar Mawar yang ikut datang dalam acara launching hari ini."Aku gugup sekali hari ini.." seru Mawar saat Aamir mendekatinya."Semuanya akan baik-baik saja." Aamir lalu melirik wanita yang memakai gamis merah muda di sisi Mawar. "Hai, Aluna.""Hai, mas Aamir." Sapa Aluna balik."Mana kekasihmu?""Kekasihku?" Alis Aluna sampai terangkat. Siapa maksudnya?"Itu.. Langit.""Oh.." Aluna melipat bibir. Dia juga tak tahu dimana pria itu. "Mungkin sedang bersiap datang. Pagi ini aku belum bertukar pesan dengannya.""Begitu rupanya. Mumpung dia belum tiba,

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 92

    "Aduh ini gimana?" Aluna ingin merengek saja. Ia mau mencopot gamis yang ia pakai. Melihat itu, Dewi dan Mawar hanya bisa tertawa. Maklum, perdana Aluna mengambil endorse di luar pekerjaan sampingannya sebagai ambassador salon Muslimah. Ia jadi kikuk ketika membuat promosi mengenai

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 89

    Aluna menadahkan tangannya. Ia memimpin doa untuk ulang tahun kedua anaknya hari ini. Tak perduli jika Abi dan Ditha tengah memperebutkan sendok, Aluna terus berdoa dengan khusyuk. Ketika ibu si kembar ini membuka mata, ia jadi terkesiap. Ternyata Ditha tengah mengacak-ngacak kue gajah milik Abi.

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 74

    "Mas Arkan! Tolong!"Suara itu nyaring terdengar hingga membuat Arkan berpacu dengan mobilnya. Rasanya Arkan takut sekali jika terjadi sesuatu pada dua perempuan tersebut. Entah kenapa perasaan ingjn melindungi ini terbit lagi.Arkan tiba di yayasan dan menerjang pintu masuk. Di

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 60

    Tiga bulan kemudian.. "Aluna!" Aluna menoleh. Wanita ini baru saja menghapus make upnya di depan cermin. Saat Aluna mendekat, Mawar memberikan satu set parsel. "Eh apa ini, mbak?" "Lotion, sabun dan lulur. Untukmu dari produk r

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status