Saat Xiao Fan menyentuh mutiara itu, dunia di sekelilingnya berubah. Ia bukan lagi di dasar palung. Ia berada di sebuah tempat yang gelap. Di depannya, sebuah penglihatan muncul. Xuan'er. Gadis itu duduk di dalam sel batu. Rambut peraknya kusut. Matanya safir itu merah. Ia menangis. Ia memanggil nama Xiao Fan."Kak Fan..." Suara Xuan'er bergetar. "Kak Fan, tolong... aku takut..."Di samping Xuan'er, Bai Yu berdiri. Jubah putihnya berkilau. Wajahnya dingin. Senyumnya tipis. Ia menatap Xuan'er dengan tatapan mengejek. "Kau masih memanggil namanya?" kata Bai Yu. "Dia tidak akan datang. Dia terlalu lemah. Dia bahkan tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri."Xuan'er menundukkan kepalanya. Air mata mengalir di pipinya. "Kau bohong...""Aku tidak berbohong," kata Bai Yu. "Aku melihatnya di dunia fana. Dia bahkan tidak bisa mengalahkanku. Bagaimana dia bisa datang ke sini? Bagaimana dia bisa menyelamatkanmu?"Xiao Fan merasakan kemarahan yang membara. Darahnya mendidih. Tangan
Read more