แชร์

263. Pihak lain yang terlibat.

ผู้เขียน: Raisaa
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-29 22:00:46

Rombongan yang dipimpin Felix terus melaju menyusuri jalan utama tanpa mengurangi kecepatan. Derap puluhan kaki kuda menggema di sepanjang jalur yang mulai sepi, sementara angin sore berembus membawa debu tipis dari tanah yang mereka lintasi.

Tatapan Felix tidak pernah lepas dari jalan di depan. Ia terbiasa memperhatikan setiap jejak sekecil apa pun selama perjalanan. Karena itulah, ketika sesuatu yang berkilau samar di tepi jalan menarik perhatiannya, ia segera menarik tali kekang kudanya.

"Be
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
gina nurwulan
lanjutkan dregory
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   465. Kembali.

    Siera masih mengingat perkataan Roseth beberapa saat yang lalu. Wanita itu begitu yakin bahwa Grand Duke Rurich tidak akan pernah kembali hidup-hidup, Roseth tetap menunjukkan senyum penuh keyakinan seolah-olah kenyataan sudah berada sepenuhnya di pihaknya.Namun kali ini, Siera justru tersenyum. Ia menoleh kepada Roseth yang masih berdiri tidak jauh darinya."Kita belum tahu apa yang sebenarnya terjadi."Roseth menatapnya. Senyum di wajah wanita itu perlahan melebar, tetapi bukan karena ia setuju. Ada sesuatu yang hampir menyerupai rasa geli di matanya."Sepertinya sekarang kau tidak punya banyak pilihan lain."Siera mengernyit."Apa maksudmu?"Roseth mengangkat bahu ringan. "Kau bisa saja menikahi Putra Mahkota lagi."Siera terdiam sesaat sebelum terkekeh kecil. Entah karena ucapan itu terdengar begitu tidak masuk akal baginya atau karena ia benar-benar tidak menyangka Roseth masih menganggap kemungkinan tersebut ada."Aku tidak akan menikah dengannya."Roseth mengangkat alis."Pert

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   464. Tidak kembali hidup-hidup.

    Hari berikutnya,Perjalanan menuju istana terasa jauh lebih berat daripada yang Siera bayangkan. Sejak kereta meninggalkan Kastil Elvorn dan memasuki jalan utama menuju pusat ibu kota, Siera hampir tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya duduk di dekat jendela sambil memandangi kota yang perlahan berubah semakin ramai di hadapan matanya.Namun semakin dekat mereka menuju istana, semakin aneh perasaan yang muncul di dalam dirinya. Kota itu tidak terlihat seperti sebuah ibu kota yang baru saja menerima kabar kekalahan perang.Jalan-jalan utama dihiasi dengan kain-kain mahal dan bendera Kekaisaran. Lambang kerajaan berkibar di antara bangunan-bangunan besar, sementara bunga-bunga segar dipasang di sepanjang jalan menuju istana. Para pelayan kota bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk memastikan semuanya terlihat sempurna.Begitu megah dan begitu indah, membuat Siera memandangi semua itu dalam diam. Seolah seluruh ibu kota sedang mempersiapkan perayaan besar. Seolah pasukan Kekaisaran

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   463. Menyambut kepulangan.

    Hari-hari berlalu tanpa perubahan. Siera lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kastil karena tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Bahkan Elois tidak berhasil mendapatkan kabar dari Rurich.Pagi itu, Siera duduk di dekat jendela ketika Yelian masuk ke kamarnya. Kakaknya berhenti beberapa langkah darinya dan memandang Siera dalam diam."Mau sampai kapan kau seperti ini?"Siera akhirnya menoleh."Seperti ini bagaimana maksudmu?"Yelian menghela napas pelan."Kau mengurung diri."Siera mengerutkan kening."Aku tidak mengurung diri.""Kalau begitu, apa yang kau lakukan selama beberapa hari terakhir?""Aku hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan."Yelian menatapnya dan Siera kemudian mengalihkan pandangan kembali ke luar jendela."Aku sudah mencoba mencari informasi.""Aku sudah bertanya kepada orang-orang yang mungkin tahu.""Dan hasilnya tetap sama."Ia tersenyum tipis, tetapi tidak ada kegembiraan di sana."Jadi sekarang aku harus melakukan apa?"Yelian terdiam beberapa saat.

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   462. Kesengajaan.

    Kereta Elois tiba di Kastil Rurich saat sore hari. Para penjaga dan pelayan segera menyambutnya, tetapi Elois langsung melihat Siera yang sudah menunggu di depan kastil.Sejak berita kematian Dior tersebar, Siera terlihat semakin murung. Ia masih berusaha terlihat tenang, tetapi pikirannya jelas terus mencari jawaban dan menunggu kepastian tentang Dior.Begitu Elois turun dari kereta, Siera langsung mendekatinya."Saya dengar Anda pergi ke istana."Elois mengangkat pandangannya dan menatap Siera selama beberapa saat, lalu akhirnya mengangguk."Ya."Siera mengerutkan kening."Kenapa?"Elois tidak segera menjawab. Ia justru memandang ke arah pintu besar kastil yang berdiri di belakang Siera. Beberapa pelayan terlihat sengaja menjaga jarak, memberi mereka ruang untuk berbicara tanpa harus mendengar percakapan tersebut.Barulah setelah beberapa detik, Elois berkata pelan, "Karena bagaimanapun aku harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."Siera menatapnya."Bukankah sudah jelas?"Eloi

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   461. Bukan siapa-siapa.

    Kaisar tetap duduk dengan wajah tenang. Namun orang-orang istana tahu, semakin tenang Kaisar terlihat, semakin sulit menebak apa yang sedang dipikirkannya. Ratu akhirnya menghela napas pelan."Dia semakin berani."Barulah Kaisar mengalihkan pandangannya. Tatapannya jatuh kepada sang Ratu, lalu kembali menyapu seluruh ruangan."Berani?"Suaranya tenang."Memangnya apa yang dia lakukan?"Ratu sedikit mengernyit."Yang Mulia, dia datang langsung ke hadapan Anda dan mempertanyakan berita yang telah dikonfirmasi oleh Kekaisaran."Kaisar menyandarkan tubuhnya perlahan."Dan?""Dia tidak percaya."Kaisar tersenyum tipis."Kalau begitu biarkan saja dia tidak percaya."Ruangan terdiam.Ratu menatap Kaisar sejenak sebelum berkata lagi, "Yang Mulia tidak merasa tindakannya sudah melewati batas?"Kaisar kembali menatapnya."Kalau dia curiga, memangnya kenapa?"Beberapa pejabat perlahan mengangkat kepala. Kaisar mengulangi perkataannya, kali ini dengan nada yang sedikit lebih tajam."Siapa dia?"T

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   460. Kecurigaan

    Di dalam istana Kekaisaran, suasana jauh berbeda dari ketenangan yang diperlihatkan Kaisar kepada rakyat.Ruangan tempat pertemuan itu berlangsung begitu sunyi. Cahaya memantul pada lantai marmer, sementara para pelayan dan pengawal yang berada di sepanjang dinding tidak berani mengangkat kepala. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani berbicara.Di tengah ruangan, Elois berlutut.Gaun panjangnya menjuntai di atas lantai marmer, tetapi wanita itu sama sekali tidak memperhatikan penampilannya. Sejak menerima berita mengenai kematian Dior, ia bahkan tidak mampu memikirkan hal lain.Tatapannya tertuju lurus kepada Kaisar yang duduk di hadapannya."Yang Mulia." Suara Elois terdengar berat. "Ini tidak mungkin benar."Kaisar tidak langsung menjawab. Ia hanya menyandarkan tubuhnya pada kursi dengan wajah tenang, seolah wanita di hadapannya tidak sedang mempertanyakan berita kematian salah satu anggota keluarga Kekaisaran.Elois menggenggam kedua tangannya di atas pangkuan."Dior tidak mun

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   32. Aku harus membuktikan diri.

    Siera meneguk ludahnya kasar. Tenggorokannya terasa kering, sementara tatapan Dregory tetap menekannya. Sorot mata itu tajam, lebih dalam dari sekadar rasa ingin tahu.“Jawablah!”Jari-jari Siera langsung menggenggam erat di balik lipatan gaunnya. Kuku-kukunya menekan telapak tangan

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   5. Kabur sebelum dibunuh!

    Siera meneguk ludah. Ia memang merasa malu karena tertangkap basah, namun ia tetap berdiri tenang, berusaha tidak menunjukkan kegelisahannya.“Maaf… saya tidak bermaksud mendengar pembicaraan Anda berdua.” Siera membungkuk, menjaga sopan santunnya.Saat ia mengangkat kepala, ia bisa melihat pandanga

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   4. Pernikahan atau pembunuhan

    Siera tahu bukan hanya Erick, Dregory, dan semua orang yang berada di ruangan itu tertegun mendengar ucapan Siera yang tiba-tiba.“Apa… yang kau katakan?” suara Erick terdengar tertahan, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia bahkan bangkit dari posisinya.Siera sempat menoleh

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   3. Bagaimana jika batal menikah?

    Suara ketukan pintu membuat Siera tersentak. Ia menoleh ke arah pintu ketika daun pintu terbuka perlahan, dan seorang gadis masuk dengan langkah hati-hati.“Nona…”Siera menatapnya.“Mia…”Wajah Mia terlihat lega, bahkan sedikit senang. “Yang Mulia Duke benar… Anda sudah bangun.”Siera menatap gadis

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status