Pagi di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan menyapa dengan pijar matahari tipis yang menerobos celah-celah jeruji besi. Udara hangat membaur dengan aroma karbol dan teh hangat yang disajikan dalam gelas-gelas seng.Di salah satu sudut sel yang riuh, Karina duduk menyandar di dinding semen yang dingin, mendengarkan celoteh kawan-kawannya."Lagian ya, Rin, muka kamu tuh kagak cocok banget ada di sini. Muka-muka anggun gini kok bisa nyangkut di dalam," goda Loli seraya mengunyah kerupuk.Karina terkekeh kecil, menggelengkan kepala. Belum sempat ia membalas, langkah kaki berirama tegas bergema di koridor. Seorang sipir wanita mengetuk pintu sel besi dengan kunci bundarnya."Karina! Ada yang membesuk," panggil sipir itu nyaring.Seketika, atmosfer di dalam sel berubah riuh. Loli langsung menyenggol lengan Karina kuat-kuat dengan cengiran jahil di wajahnya. "Tuh, kan! Apa gue bilang! Pasti si Kapten Devran tuh yang datang! Aduh, Rin, gantengnya tolong dibagikan ke kita-kita napas!""Iya n
Last Updated : 2026-09-29 Read more