Keesokan paginya, suasana di dalam sel tahanan nomor 12 Lapas Wanita Cipinang terasa begitu gerah dan menekan.Elen, sang pembunuh sadis, sedang duduk bersandar di atas dipan semen sementara dua orang anak buahnya dengan patuh memijat bahu dan kakinya. Mata Elen yang liar dan dingin terus terpaku ke arah sudut ruangan yang sempit.Di sudut itu, Karina duduk meringkuk, memeluk erat kedua lututnya dengan tubuh yang sedikit bergetar. Wajahnya masih menyisakan sisa-sisa air mata dari siksaan mental semalam."Heh, pramugari cantik. Sini lo mendekat ke gue," panggil Elen, suaranya berat dan mengintimidasi.Karina yang mendengar panggilan itu langsung memalingkan wajahnya ke arah dinding, membelakangi Elen dan berpura-pura tidak mendengar apa-apa. Tindakan defensif itu seketika memicu kemarahan sang penguasa sel.Elen memberikan isyarat mata yang tajam kepada Loli. Tanpa perlu perintah kedua, Loli segera merangsek maju.Dengan gerakan kasar, ia menjambak rambut panjang Karina dari belakang d
Last Updated : 2026-09-16 Read more