Bau apek ruang interogasi polisi yang menyesakkan itu seketika terusir oleh aroma parfum Oud yang sangat mahal saat Renata Masayu melangkah masuk. Dengan langkah anggun yang terdengar seperti ketukan palu hakim di lantai porselen, ia mendekati Devran yang terduduk dengan tangan terborgol dan wajah yang hancur."Cabut semua tuntutannya, Pak. Dia suami saya," ujar Renata datar namun penuh wibawa kepada petugas yang berjaga.Devran mendongak, matanya merah menatap Renata dengan kebencian yang mendalam. "Gue nggak butuh belas kasihan lo, Ren. Mending gue di penjara daripada balik ke rumah lo yang kayak neraka itu."Renata tersenyum tipis, sebuah senyum yang tak mencapai matanya. Ia membungkuk, berbisik tepat di telinga Devran, "Lo di penjara? Terus siapa yang bakal jagain Karina di luar sana? Dunia kejam, Sayang. Apalagi kalau gue yang pegang kendalinya."Hanya dalam hitungan jam, narasi baru tercipta. Begitu mereka melangkah keluar dari kantor polisi, ratusan lampu flash jurnalis meleda
Last Updated : 2026-09-09 Read more