Pintu lift pribadi berdering halus sebelum terbuka pelan. Renata melangkah keluar, tumit sepatu tingginya menggetarkan lantai marmer penthouse Masayu.Di belakangnya, Boni mengekor dengan langkah gontai, menyeret koper sambil mendesah berat. Tiga hari penuh bersembunyi sambil berlibur di Batam demi menghindari kejaran Anggun benar-benar menguras tenaganya."Aduh, Bos Ren... Bonbon capeknya udah level dewa nih," keluh Boni sambil mengibaskan kipas kertasnya yang terkulai lemas. "Pengen langsung lepas sepatu, lempar badan ke ranjang, terus merem sampai lusa. Mana perut eke keroncongan parah lagi, belum sempat nyemil di pesawat!"Renata tak memedulikan rengekan Boni. Pikirannya melayang lega. Laporan terakhir dari mata-matanya menyebutkan kalau Anggun sudah menyerah dan terbang kembali ke Singapura karena gagal menemuinya di Jakarta.Sang bayangan telah kembali ke sarangnya—atau setidaknya, begitu pikir Renata.Bi Irah dan Welas, dua asisten rumah tangga yang menjaga penthouse, menyambut
Last Updated : 2026-09-21 Read more