Jantung Bianca rasanya seperti baru saja lari maraton, ia menatap cemas mata Damian yang kembali menggelap. “Pak, ini bahaya lho kalau berdiri didepan gerbang.. Nanti kalau masuk..” Bianca terdiam, wajah Damian mendekat kearahnya. “Kalau masuk, pasti kan lama keluarnya. Dan pasti kita terlambat pesawat. Jadi cepat mandi sebelum saya berubah pikiran..” bisik Damian, ia mengecup lembut bibir Bianca sebelum memberikan jarak pada tubuh mereka. “Pagi ini, kamu lolos, Bianca. Tapi lain kali, saya tidak bisa menjamin.. Sekarang kamu mandi di bathup saya di shower, atau—” “Oke, deal! Jangan mengintip ya!” seru Bianca, dia mendorong tubuh Damian lalu beralih ke bathtub, menutup selambunya. “Untuk apa mengintip, saya bahkan sudah melihat semuanya..” ucap Damian santai, melangkah kearah shower. “Pak Damian, cukup mesumnya pagi ini..!” gunam Bianca, wajahnya merah padam di balik tirai. Sementara Damian justru tersenyum tipis memperhatikan bayangan tubuh polos Bianca yang tampak jelas d
Read more