“Pak Damian, pesan saja dulu. Saya baik-baik saja kok..” Bianca berusaha tersenyum melihat wajah dingin bosnya. “Diam! Jangan bicara atau melakukan apapun!” Nadanya terdengar penuh otoritas, ia menoleh ke arah Hans. “Mana kompresnya?!”“Ini Pak..” Hans yang berdiri di samping meja menyerahkan kain kompres dan es batu. “Duduk di sini, pesankan makanan untuk kita. Termasuk kamu. Dan bubur untuknya.”“Baik.”Damian mengeluarkan kantong es kecil yang dibungkus kain bersih dari tangan Hans. Tanpa sepatah kata pun, ia menempelkannya ke dahi Bianca."Aduh, Pak! Pelan-pelan dong! Dingin banget, dan itu benjolannya cenat-cenut, lho!" protes Bianca, kepalanya mundur sedikit dengan wajah masam."Diam. Atau benjol itu akan makin membiru," sahut Damian singkat. Matanya tetap fokus pada dahi Bianca, tangannya bergerak dengan lembut, kontras dengan sikap dinginnya.Bianca mendengus, tapi ia tidak menepis tangan pria itu. ‘Duh, meski galak, ternyata dia beneran perhatian ya. Sumpah, kalau dia l
Read more