Bianca membeku mendengar pertanyaan Damian, pria itu menurunkannya diatas ranjang, menatapnya mendalam. “Itu.. Saya..” Bianca duduk diranjang mengalihkan pandangannya dari tatapan Damian. “Jawab,” suara Damian terdengar lembut, dia berjongkok di depan gadis itu, tangannya menyentuh dagunya membawa pandangan kembali padanya. “Jawab jujur, Bianca.. Kamu cemburu?!” tanyanya sekali lagi. “Ngg.. Nggak.. Buat apa cemburu, saya kan hanya.. Mmpphhh..” Damian mengunci bibir Bianca dengan ciuman yang mendalam, menuntut dan mendesak, seolah ingin menghapus keraguan dari pikiran gadis itu. Ia kembali mendorong tubuh Bianca hingga berbaring terlentang di atas ranjang, lalu menindihnya, membuat napas Bianca tersengal. Saat tangan Damian bergerak menarik piyama handuk Bianca, ponsel di atas sofa berdering nyaring. Suaranya memecah kesunyian kamar yang mulai memanas. Bianca tersentak, seketika mendorong bahu Damian mundur. "Sebentar, Pak! Ada telepon!" Damian tidak peduli. Ia tetap me
Read more