"Nama lain?" Bianca mengerutkan dahi, bingung. "Evan. Siapa dia? Apa hubungannya denganmu?" tuntut Damian. Nada suaranya berubah dingin, penuh rasa curiga dan penasaran. Bianca terdiam cukup lama. Nama itu... nama yang paling ingin ia hapus dari ingatannya. "Evan... Dia mantan saya, Pak. Pria gila yang terobsesi dan selalu memaksa saya untuk tidur dengannya. Dia bilang saya kolot karena saya menolaknya sebelum menikah. Akhirnya dia mutusin saya dan bilang saya sok konservatif," kesal Bianca. Gadis itu menarik napas panjang, emosinya meluap. "Dia itu brengsek! Tapi jujur, gara-gara dia, saya jadi selalu membandingkannya dengan Pak Damian... Soalnya Pak Damian itu jauh lebih premium dalam segala hal.. Pak Damian itu tenang, berwibawa, kaya, tampan, dadanya lebar, jempolnya besar, apalagi ciumannya bibir anda itu hmm.. Lembut dan hangat.. Sementara Evan, cuma modal nafsu,” olehnya tanpa sadar. Damian terdiam, mencerna penjelasan Bianca. "Jadi, kamu membandingkan saya dengan pr
Read more