‘Astaga, dia kasih kode di depan Velove. Dan beneran minta gue dateng malem-malem?! Ampun deh! Gue harus gimana?! Kalau gak dateng pasti dia yang dateng, kayak kemarin..’ batin Bianca dalam lamunannya. “Bi, lo ngapain masih ngelamun disana?! Ayo makan, gue laper nih!” suara teriakan Velove membuyarkan lamunannya. "E-eh... Nggak! Siapa juga yang melamun!" Bianca mengelak salah tingkah, buru-buru melangkah ke arah meja. “I-iya, makan yuk..!”Damian menarik kursi tepat di sampingnya, memberikan tempat pada gadis itu. “Duduk di sini,” perintahnya tanpa ingin penolakan.“Tapi—”"Tidak ada tapi, duduk dan makanlah yang banyak," ucap Damian singkat, lalu menatap lekat ke arah Bianca."Besok aku harus pergi ke luar negeri, pastikan kamu makan teratur selama aku tidak ada."Mendengar ucapan perhatian dari Damian, pipi Bianca kembali merona panas. Ia menundukkan kepalanya, pura-pura fokus mengambil makanan. "Iya... Iya tahu
Read More