"Velove! Bisa gak sih kalau ngomong itu disaring dulu pakai saringan santan?! Mulut lo itu ya, bener-bener gak ada remnya! Parah lo!" seru Bianca kesal setengah mati.Tanpa pikir panjang, ia langsung mengambil bantal sofa yang ada di pangkuannya dan melemparkan ke arah Velove meluapkan rasa kesalnya.Velove dengan sigap menangkap bantal itu sambil terkekeh geli. Ia sama sekali tidak merasa bersalah, justru sebaliknya, mata gadis itu berbinar-binar penuh kemenangan karena berhasil membuat sahabatnya salah tingkah separah itu."Yaelah, Bi! Santai dong, gak usah baper gitu! Lagiankan wajar kalau gue penasaran, secara itu kakak kandung gue sendiri! Selama ini dia tuh kaku banget kayak patung es balok, lo juga tahu sendiri, kan?!Mana pernah gue lihat dia deket apalagi nempel-nempel sama cewek, makanya gue penasaran," ucap Velove membela diri, masih dengan cengiran lebarnya.Bianca mendengus kasar, ia melipat kedua tangannya di depan dada s
Mehr lesen