"Selamat pagi, Pak Damian," sapa Bianca. Ia melangkah dengan canggung, meremas tali tasnya erat-erat menutupi kegugupannya dari tatapan intimidasi sang bos."Duduk," perintah Damian rendah, suaranya yang berat dan serak penuh otoritas. Dagunya menunjuk kearah kursi di depannya. "E-eh? Tapi Pak, meja saya kan ada di sebelah sana... Saya langsung duduk di sana aja ya, Pak?" Bianca gelagapan, menunjuk kubikel di samping meja Damian dengan jari gemetar. 'Duh, Pak Damian ini kenapa lihatin aku segitunya sih? Mana kemejanya ketat banget, dada bidangnya jadi tampak jelas kalau gini... Jadi inget mimpi tadi malam, gue berasa langsung ingin bersandar!' jerit Bianca dalam hati, wajahnya mendadak hangat saat manik matanya terkunci tatapan tajam Damian."Saya tidak suka mengulang perintah, Bianca. Duduk di depan saya," ulang Damian, nadanya dingin tak ingin menerima bantahan sedikit pun."I-iya, Pak... Masih pagi nih, jangan marah-marah," cicit Bianca pelan, lalu menghempaskan pantatnya
続きを読む