Lemas, letih, dan lesu. Itulah yang Agnira rasakan saat ini. Pinggangnya terasa pegal, seluruh tubuhnya seakan kehilangan tenaga, bahkan untuk bergerak pun ia merasa malas.Sementara itu, Sambara terlihat puas, pria itu terlihat sedang memakan sarapan yang Agnira bawa dengan lahap. Mereka masih berada di ruang kerja Sambara. Agnira memutuskan untuk tidak keluar ruangan karena pakaiannya robek dan basah oleh sesuatu."Jadi, kenapa ini terluka?" tunjuk Agnira pada bahu Sambara.Jemarinya mengusap luka itu perlahan, dari balik pangkuan suaminya. Yah, Agnira sedang duduk di atas Sambara yang sedang makan, wanita itu memeluk Sambara dengan kepala yang bersandar manja di bahu suaminya itu."Cium saya jika ingin tahu," ucap Sambara sambil sibuk mengunyah roti.Agnira menarik napas panjang, lalu memegang kedua pipi Sambara dan mencium bibir pria itu perlahan. Bibirnya menjilat sisa-sisa selai roti yang tersisa di mulut Sambara."Kau mau lagi?" tawar Sambara sambil mengerling nakal."Kau ini,
Read more