"Jangan coba-coba mensabotase anak buah saya, Agnira," sentak Sambara dari dalam mobil.Agnira langsung mendelik. Wanita itu membuka pintu mobil dan masuk dengan sedikit kesal."Memangnya kenapa?" balas Agnira. "Nayara itu wanita. Wajar kalau dia lebih cocok bekerja dengan wanita juga."Sambara menoleh sekilas ke arahnya. "Lalu, asisten kebanggaanmu itu mau kau apakan?"Agnira mengerutkan kening. "Kenan?""Ya, Kenan.""Dia masih dalam masa pemulihan," jawab Agnira cepat. "Lagipula, aku tidak mungkin membebaninya dengan pekerjaan sekarang."Sambara mendengus pelan. "Jadi, solusinya merebut anak buah saya?""Itu bukan merebut," bantah Agnira. "Namanya meminjam.""Meminjam?" ulang Sambara dengan nada skeptis."Iya.""Saya tidak pernah melihat Nayara kembali setelah dipinjam olehmu," sindir Sambara tajam.Agnira langsung memalingkan wajah, pura-pura tidak mendengar sindiran itu. Melihat reaksinya, Sambara hanya menggeleng pelan. Entah kenapa, berdebat dengan istrinya terasa jauh lebih mel
Baca selengkapnya