"Melihat orang yang kita cinta bersama orang lain memang sakit," bisik Nana pelan, "benarkan, Bang Robi?" Robi memejamkan mata sekilas, lalu melengkungkan senyum menatap Nana. Gadis muda itu terlihat bersidekap dada dengan arah pandang yang melihat pada Kenan dan Nayara yang sedang berpelukan mesra.Pria itu berbalik arah, dan menjauh dari keduanya. Ia lebih memilih pergi daripada hatinya panas. Nana yang melihat kepergian Robi segera mengikutinya, gadis itu berjalan tepat dibelakang punggung lebar Robi."Bang," panggil Nana pelan, sambil menusuk punggung Robi menggunakan jari telunjuknya, "kamu cinta Kak Nay, yah?" Robi mendadak menghentikan langkahnya, ia berbalik cepat dan menatap Nayara dengan dingin. Jika bukan adik dari bosnya, sudah di pastikan Nana akan ia lempar dari lantai atas."Anak kecil tau apa," ucap Robi sinis.Nana tersenyum miring. "Jelas aku tau banyak." Mata Robi menyipit tatkala melihat tingkah Nana yang menyebalkan baginya. Bagaimana bisa ada orang terlahir se
Read more