Konvoi mobil medis dan pengawalan bersenjata menerobos gerbang Rumah Sakit dengan kecepatan tinggi. Pintu otomatis lobi gawat darurat terbuka lebar, menyambut kedatangan rombongan darurat tersebut.Tim dokter dan perawat berseragam steril telah bersiaga penuh dengan brankar dorong."Buka jalan!" seru Arsen lantang begitu turun dari mobil. Jas dokternya langsung ia kenakan seraya mengambil alih komando medis. "Pasien wanita, primigravida, kehamilan aterm dengan riwayat trauma tumpul, stres akut, ketuban pecah dini, dan tanda-tanda solusio plasenta! Siapkan Ruang Operasi Satu sekarang juga!"Sambara keluar dari ambulans seraya menggendong Agnira di dadanya. Pria itu menolak brankar dorong dan memilih melangkah sendiri menerobos koridor rumah sakit, membawa beban istrinya dengan langkah lebar dan kokoh."Mas, sakit," rintih Agnira lemah. Jemarinya yang berlumuran keringat dingin tak sedetik pun melepaskan kerah kemeja Sambara."Saya ada di sini, Agnira. Tatap mata saya," bisik Sam
Read more