Keesokan paginya, langit bukit selatan kembali cerah. Udara sejuk beraroma tanah basah sisa hujan semalam menguar di teras belakang vila.Di meja makan teras yang menghadap langsung ke lautan luas, Agnira sedang menyiapkan semangkuk sereal dan potongan buah stroberi. Di samping meja, Kalandra duduk tegak di kursi anak berbahan kayu jati, mengenakan kaus hitam polos dan celana pendek abu-abu. Tangannya memegang sendok kecil dengan mantap, menolak disuapi sejak beberapa bulan lalu.Di seberang meja, Alula duduk mengenakan gaun katun putih berenda yang baru dibelikan Nana kemarin sore. Rambut ikalnya dikuncir dua dengan pita merah muda, membuatnya tampak menggemaskan seperti boneka porselen."Alula, makan stroberinya, ya. Manis, kok," bujuk Agnira lembut seraya meletakkan mangkuk kecil di depan gadis itu.Alula menatap buah merah berbintik hitam itu dengan ragu. Tangan mungilnya terangkat, mencoba menusuk stroberi dengan garpu kecil, namun buah itu justru terpeleset dan menggelinding
Read more