Tangga tali yang menjuntai dari lambung Kapal Hantu terasa licin oleh embun laut dan lumut yang tumbuh di serat-serat rami. Arga memanjat lebih dulu, diikuti oleh Wira, Burhan, dan terakhir Dewi. Setiap gerakan dilakukan dengan kehati-hatian luar biasa, menghindari bunyi derit kayu atau gesekan tali yang bisa memancing perhatian penjaga di geladak atas.Mereka berhasil mencapai lubang palka di sisi lambung kapal yang biasanya digunakan untuk memuat barang dagangan. Lubang itu terbuka sedikit, membiarkan aroma kemenyan dan dupa yang memabukkan keluar bersama udara pengap dari dalam perut kapal. Arga mengintip ke dalam, memastikan tidak ada penjaga, lalu memberi isyarat pada yang lain untuk masuk.Di dalam lambung kapal, suasana jauh berbeda dari yang mereka bayangkan. Tidak ada tumpukan peti harta atau senjata perang. Sebaliknya, lorong-lorong sempit itu dipenuhi oleh cermin-cermin perunggu berukuran besar yang dipasang di setiap dinding, memantulkan cahaya pelita m
Read more