Tiga hari telah berlalu sejak runtuhnya kekuasaan Adipati Wirasaba. Keraton Jenggala yang sebelumnya suram dan mencekam, kini kembali bernapas. Para abdi dalem sibuk membersihkan lorong-lorong dari noda darah dan abu, sementara di alun-alun, rakyat dan laskar berbaur dalam pesta panen raya, mensyukuri lumbung-lumbung istana yang akhirnya dibuka untuk umum.Di dalam Pendopo Agung, suasana jauh lebih khidmat. Sang Prabu Jenggala, raja yang sah yang telah lama diracun dan disekap, kini duduk di atas singgasana. Wajahnya masih pucat dan tubuhnya kurus, namun matanya memancarkan wibawa yang kembali pulih. Di hadapannya, Arga berlutut, melakukan sembah sujud dengan takzim, diikuti oleh Dewi, Wira, Burhan, Panglima Terta, serta para pemimpin sekutu seperti Ki Gede Suro dan Adipati Kadiri."Bangkitlah, wahai sang Penyelamat," titah Sang Prabu dengan suara yang serak namun bergema. "Kerajaan ini berutang budi padamu. Rakyat menyebutmu Dharmapala, dan hari ini, aku sebagai r
Last Updated : 2026-06-14 Read more