Kabut pagi masih menyelimuti lereng bukit kapur di selatan Jenggala. Di balik pepohonan jati yang rimbun, tersembunyi sebuah perkemahan darurat. Ratusan warga sipil yang berhasil diselamatkan duduk berkelompok, beberapa masih terbaring lemah, namun sebagian besar telah mulai membantu menyiapkan makanan, membalut luka, dan menjaga keamanan. Udara yang sebelumnya penuh keputusasaan, kini dihembusi semangat yang rapuh namun nyata.Arga duduk di atas kayu gelondongan, mengamati kegiatan di sekitarnya. Lengannya yang terluka telah mengering, diganti perban bersih dari Dewi. Namun, pikiran Arga tidak beristirahat. Ia tahu, kemenangan di alun-alun hanyalah percikan api. Adipati Wirasaba bukanlah orang yang akan menerima penghinaan tanpa balasan. Pasukan Kediri akan kembali dengan amarah yang lebih besar, dan jika mereka hanya bertahan di dalam gua atau perkemahan ini, mereka akan terkepung dan dihancurkan.Dewi menghampiri, membawa dua mangkuk kuah kacang hijau hangat. Ia
Last Updated : 2026-06-07 Read more