"Mas, biarkan Raigen duduk dan menjelaskan," tegur Kiky pada suaminya, setelah itu menatap putranya tegas, "silahkan duduk, Kak," titahnya. Karena dulu terbiasa memanggil Kakak pada Raigen—untuk mengajari Aluna memanggil kakaknya, sampai saat ini Kiky masih sering memanggil Raigen dengan sebutan kakak. Akan tetapi lebih seringnya saat dia berbicara dengan putranya atau dengan Aluna. "Baik, Mom." Raigen duduk di sofa yang kosong, dia menyandar sejenak karena lelah di perjalanan. Kaizen sendiri didik di sofa tunggal. Sedangkan Aluna, dia sudah di kamarnya—disuruh oleh Kaizen untuk beristirahat. "Kamu juga … duduklah, Nak," ucap Kiky kemudian pada seorang perempuan yang tak lain adalah Inggita. "I-iya, Tante," ucap Inggita dengan nada gugup dan cukup was-was. Sejauh ini, Inggita merasa kalau keluarga bos-nya sangat baik dan selalu hangat. Namun, saat ini Inggita datang sebagai noda. Bagaimana pun sudut pandang seseorang bisa berubah-ubah dengan mudah. "Jangan takut, N
Read more