"Ouh." Kaizen menaikkan kedua alis, menatap istrinya dengan ekspresi santai. "Itu hal yang mudah, Aimee." "Serius, Mas?" Aluna menatap antusias dan penuh harap pada Kaizen. "Humm." Kaizen berdehem rendah, "aku punya banyak cara, Aimee." Aluna seketika memicingkan mata, menatap waspada dan takut-takut pada suaminya. Astaga, dia hampir saja lupa kalau pria yang menikahinya ini setengah gila dan setengah tidak waras. "Cara apa?" Aluna masih memicingkan mata pada suaminya, "bukan yang aneh-aneh kan, Mas?" "Tidak mungkin aku aneh-aneh, Aimee," ucap Kaizen sambil senyum tipis, mengacak surai pada pucuk kepala Aluna. "Elleh." Aluna memutar bola mata secara jengah. Apanya yang tidak mungkin aneh-aneh?! Suaminya ini malah suhunya orang-orang aneh. Saking pro-nya Kaizen, Aluna bahkan tidak menyangka dan tidak menduga kalau suaminya sosok yang gelap, licik, dan penuh jebakan berbahaya. "Aku ingin mengajakmu ke pulau untuk merayakan ulang tahun bersama, Aimee," ucap Kaizen rendah, "k
Baca selengkapnya