"Tu-Tuan Darian," cicit Lana, segera menghampiri sosok pria tampan tang baru datang tersebut sambil memegang pipinya yang ditampar oleh Kaina. Kaina dan Sera menoleh ke belakang, menatap sosok pria tinggi dengan wajah datar—sosok itu juga menatap mereka. "Tuan, a-adik anda memukulku," ucap Lana, mengadukan kelakuan Kaina padanya. Kaina mengerutkan kening, menatap Lana dengan heran. Ah, perempuan ini tahu kalau dia adik Darian? "Kai, kenapa kau memukul staf Kakak?" tanya Darian tegas, masih menatap datar pada Kaina. "Dia memfitnahku yang tidak-tidak, Kak. Selain memfitnah, dia juga menyebar rumor yang jelas mencoreng nama baikku, Sera, dan keluarga Adam." Kaina berkata datar, bersedekap di dada dengan bahasa tubuh yang akuh. Matanya tajam, menatap tak suka dan dendam pada Lana. "Tu-Tuan, aku tidak memfitnah. Aku malah menyelamatkan anda dari kecerobohan Kaina. Menurutku, sebagai Nona muda Adam, Kaina tidak seharusnya mengatakan tindakan seperti itu, Tuan. Bukan aku yang men
Read more