"Aku cinta Mas Xavier," ucap Sera secara lugas sambil senyum haru dalam pelukan suaminya. Namun, menyadari apa yang sedang dia katakan, mata Sera langsung melebar, wajahnya tegang, tubuh membeku, dan jantung berdebar sangat kencang. Sreet'Sera langsung melepas pelukan Xavier, dia segera turun dari pangkuan suaminya lalu buru-buru ke kamar mandi dengan perasaan gugup setengah mati. Sedangkan Xavier, pria itu bak patung, hanya diam dengan wajah kaku—duduk lemas di sofa. A-apa yang istrinya katakan tadi? Sera mencintainya? Su-sungguh?!Tunggu! Damn it! Bagaimana bisa Sera mendahuluinya?! Maksudnya Xavier senang dengan ungkapan mendadak tadi. Rasanya seperti meteor sedang menimpa dirinya, dahsyat! Kutukan itu kumat! Hanya saja, sebagai seorang pria sejati, Xavier merasa kalah. Ck, tidak seharusnya Sera mendahuluinya. Ck, ini rumit! Selain masalah harga diri, Xavier juga harus segera menangani kutukan Adam brengsek ini. Bisa-bisa dia tidak bangkit dari sofa ini, atau dia harus mengor
Read more