Sinar matahari pukul 16.00 di Menteng tidak lagi menyengat. Warna jingga keemasan menyapu halaman, memantul di dedaunan mahoni yang basah oleh embun siang. Di paviliun samping, Nayaka duduk di kursi panjang bersandarkan bantal sutra, menatap bayinya yang terlelap di keranjang anyaman rotan. Untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, tidak ada gawai taktis yang berdengung, tidak ada layar monitor grafik aliran dana, dan tidak ada ketegangan birokrasi yang membelenggu pikirannya. Lucien Ashford berdiri di samping jendela yang terbuka lebar, membiarkan angin sore membawa aroma tanah basah dan melati. Ia melepas jam tangan mekanisnya dan meletakkannya di meja nakas jati. Kini ia hanya mengenakan kemeja linen tipis, tanpa dasi, tanpa kesan penguasa kapital global. "Auroran baru saja mengirim pesan singkat," Lucien memecah keheningan dengan suara rileks. "Dia sudah menyerahkan sisa dokumen transisi ke tim kurator di kejaksaan. Tida
Read more