Hanya karena satu nama disebut oleh perawat, membuat aura kamar rawat Aurora mendadak berubah menjadi tegang. Lucien berdiri tegak di samping ranjang, tangannya secara refleks merapikan jasnya, menutupi senjata yang terselip di pinggang. Matanya berkilat tajam, menatap pintu yang perlahan terbuka. Seorang wanita dengan gaun merah menyala dan kacamata hitam besar melangkah masuk. Ia melepaskan kacamatanya, memamerkan sepasang mata yang cantik namun menyimpan kelicikan yang dalam. Vania menatap sekeliling ruangan dengan senyum tipis yang merendahkan, hingga matanya tertuju pada Aurora yang terbaring pucat. "Ya ampun, Lucien. Jadi ini alasan kamu mengabaikan pesanku semalaman? Menunggui bangkai hidup di rumah sakit?" Vania berjalan mendekat, aroma parfumnya yang menyengat memenuhi ruangan. Nayaka merasakan desiran amarah yang luar biasa. Meski secara fisik ini adalah pertemuan pertama Aurora dan Vania, namun jiwa Nayaka me
Huling Na-update : 2026-04-19 Magbasa pa