“Mas… Mas bisa tidak, kamu sekarang datang ke rumah sakit untuk menemaniku di sini?”Hening beberapa saat diujung telepon sana membuat Aluna tersenyum tipis. Bahkan sebelum suaminya itu sempat menjawab, Aluna sudah tahu jawabannya.“Nggak usah, Mas. Kalau memang Mas Ragil nggak bisa, nggak apa-apa. Aku sendiri aja disini,” katanya dengan nada bicara yang tenang.“Maaf, Lun,” ucap Ragil yang terdengar tidak merasa bersalah sama sekali.“Hm. Aku matiin dulu, Mas. Dokternya sudah datang.” Tanpa menunggu jawaban, Aluna segera memutuskan panggilan itu.Rasa sakit yang sebelumnya terasa begitu menyakitkan di bagian perutnya, kini telah hilang berganti dengan rasa sakit di dadanya. Entah karena Anggun atau Ragil sendiri yang memang tidak mau datang, Aluna tidak mau memikirkannya lagi.“Sekarang aku sudah sangat yakin, Mas untuk meninggalkanmu walaupun kamu tidak punya hubungan gelap sekalipun dengan Anggun,” gumamnya.Bagaimana tidak, Aluna sudah berkorban sebesar ini untuk hubungan keduanya
Read more