Markas rahasia Lady Elara terletak di sebuah gedung tua yang tampak terbengkalai di pinggiran Jakarta, namun di dalamnya terdapat teknologi militer paling mutakhir. Di ruang latihan yang luas dengan dinding berlapis peredam suara, udara terasa panas oleh keringat dan ketegangan. "Lambat! Terlalu lambat!" Elara berteriak dari balkon pemantau. Di bawah, Juno sedang bertarung melawan tiga instruktur terbaik klan sekaligus. Gerakannya sangat cepat, namun ia terlihat berusaha menahan diri. Ia tidak ingin sepenuhnya melepaskan insting predatornya di depan ibunya. "Gunakan cakarmu, Juno! Berhenti bertarung seperti manusia lemah!" Elara memukul pagar besi dengan keras. Juno menggeram rendah, matanya berkilat emas. Dalam satu gerakan melanting, ia menjatuhkan ketiga instruktur itu hanya dengan sapuan kaki dan tekanan titik saraf. Ia berdiri tegak, napasnya memburu, menatap ibunya dengan kebencian yang mendalam. "Aku bertarung dengan cara yang kupilih," ucap Juno dingin. Sementara itu, di
Read more