“Kamu?!”Wanita di hadapannya mengenakan kacamata hitam besar, pakaian kasual namun berkelas, dan membawa tas belanja dari butik ternama. Ketika wanita itu menurunkan kacamatanya, sepasang mata yang sangat Widya kenali menatapnya dengan campur aduk antara terkejut dan jijik.“Tante Widya?”“Bianca?” Widya terengah-engah, matanya melebar. Seperti menemukan pelampung di tengah badai, Widya langsung berlutut di atas lantai, mencengkeram pergelangan tangan mantan tunangan Garendra itu dengan erat. Masa bodoh dengan harga diri, masa bodoh dengan tatapan beberapa pengunjung mal yang mulai memperhatikan mereka.“Bianca, tolong Tante, Sayang! Tolong Tante!” bisik Widya setengah meratap, suaranya gemetar hebat. “Tante sedang dijebak. Kartu Tante diblokir sama Garen. Di dalam resto itu ada teman-teman arisan Tante, bilnya empat puluh lima juta dan Tante tidak bisa bayar. Tolong bayarkan dulu, Bianca. Tante mohon ... kamu kan dulu calon menantu Tante, kamu baik, tolong Tante sekali ini saja!” ka
Baca selengkapnya