"Ariyan? Zivanya?" Hesti akhirnya menampakkan diri, melangkah keluar dari persembunyiannya dengan wajah yang tampak syok. Zivanya dan Ariyan seketika menoleh. Jantung Ariyan rasanya mencelos sampai ke kaki saat melihat siapa yang datang mendekati mereka. Wajah pria itu yang semula merah karena marah mendadak berubah pias. Ia buru-buru berdeham, mencoba mengendalikan diri. "Eh... Bu Hesti," sapa Ariyan yang memaksakan seulas senyum kaku yang terlihat sangat aneh di wajahnya. "Maaf, Bu, tadi saya cuma sedang memeriksa kekuatan bahan map rapor ini. Agak sedikit... licin ya, jadi nggak sengaja jatuh." Alibi yang teramat tidak masuk akal. Hesti tentu tidak bodoh. Ia melihat sendiri bagaimana map beludru mahal itu dihempaskan dengan penuh emosi. Namun, ia memilih untuk tersenyum tipis. "Oh, begitu ya?" “Iya, Bu,” jawab Ariyan yang dengan cepat membungkuk mengambil rapor dari lantai lalu menepuk-nepuknya, membersihkan dari debu imajiner. “Selamat ya atas pencapaian Kaisar.
最後更新 : 2026-05-29 閱讀更多