Rasa pening yang luar biasa hebat menjadi hal pertama yang membangunkan Ariyan dari tidur panjangnya. Sensasi itu datang mendadak, berdenyut-denyut di dalam kepalanya seolah ada godam yang memukul saraf-saraf otaknya tanpa ampun. Ariyan melenguh pelan, refleks ingin meraba bagian belakang kepalanya yang terasa kencang dan berdenyut panas, namun gerakannya tertahan oleh lilitan selang tipis yang tertancap di punggung tangan kanannya. Saat kelopak matanya yang berat berhasil terbuka sempurna, bukan langit-langit kamar rumahnya yang menyambut, melainkan tempat asing yang tidak ia kenali. Ariyan mencoba menegakkan punggung, namun perubahan posisi yang mendadak langsung memicu rasa mual sebagai efek dari gegar otak ringan yang didapatnya semalam. Detik itu juga, memori malam itu berputar liar di otaknya. Aroma wangi anak-anak kamar Kaisar, perlawanan sengit Zivanya, kilat kebencian di mata putra perempuan itu, hingga rasa sakit yang luar biasa saat vas keramik mendarat telak d
Zuletzt aktualisiert : 2026-06-04 Mehr lesen